Sekolahtrading.id - Banyak trader terutama yang sudah mulai memahami chart, strategi, dan indikator pernah mengalami fase ini: menemukan sistem yang terlihat sangat meyakinkan, melakukan backtest satu tahun, lalu melihat angka pertumbuhan 300%, 400%, bahkan 500%. Hasilnya? Muncul rasa bangga, optimisme berlebihan, dan ilusi cepat kaya.
Fenomena ini normal. Hampir semua trader melalui fase yang sama. Namun justru di sinilah jebakan psikologis terbesar terjadi: overconfidence akibat backtest.
Kenapa Overconfidence Muncul?
Backtest memberikan gambaran bagaimana strategi bekerja pada data masa lalu. Jika hasilnya fantastis, wajar muncul pikiran:
“Kalau satu tahun bisa grow 500%, berarti tahun depan saya bisa kaya raya!”
Padahal, konteks terpenting justru bukan hasilnya, melainkan apakah performanya realistis dan berkelanjutan.
Sebagai perbandingan:
- Hedge fund besar dunia: profit rata-rata 10–20% per tahun
- Saham jangka panjang: sekitar 10–20% per tahun
- Trader forex profesional: 50–200% per tahun sudah termasuk kategori sangat bagus
Jadi, angka 500% per tahun sebenarnya sudah masuk ke kategori tidak wajar dan biasanya tidak bisa diulang terus-menerus.

Mengapa Backtest Tidak Bisa 100% Dipercaya?
Karena pasar selalu berubah. Struktur tren, volatilitas, momentum, serta kondisi ekonomi tidak pernah benar-benar sama dengan masa lalu. Sistem yang sangat efektif di satu periode bisa melemah di periode berikutnya.
Backtest itu penting, tetapi fungsinya hanya:
- Mengetahui apakah sistem punya logika yang solid
- Mengukur frekuensi loss dan win
- Melihat risk dan reward jangka panjang
Namun bukan untuk dijadikan patokan masa depan.
Bagaimana Mengendalikan Overconfidence Setelah Melihat Hasil Backtest?
1. Tetap Gunakan Stop Loss
Apa pun hasil backtest, disiplin stop loss adalah kuncinya. SL menjaga psikologi tetap stabil dan mencegah kerusakan besar ketika pasar bergerak di luar ekspektasi.
2. Tetapkan Risk Management yang Konsisten
Misalnya:
- Risiko per posisi: 1%
- Target RR: 1:2 atau 1:3
Jika sudah menentukan formatnya, jangan berubah hanya karena melihat orang lain full margin atau merasakan euforia setelah beberapa kali profit.
3. Trading Plan Harus Menjadi Aturan Baku
Trading plan yang sudah dibacktest itu harus diikuti, bukan cuma dibaca. Disiplin masuk pada area entry, disiplin keluar, disiplin menghindari market yang tidak sesuai kriteria.
Backtest hanya memberi arah, sedangkan konsistensi eksekusi-lah yang menentukan masa depan akun.

4. Tenangkan Emosi Sebelum Entry
Trader sering FOMO setelah melihat sistemnya berkali-kali benar di masa lalu. Tetapi masuk posisi tanpa ketenangan justru menghasilkan entry yang terburu-buru.
Biasakan sebelum klik buy/sell, tarik napas, lihat struktur market, lalu pastikan semua checklist terpenuhi.
5. Perbaiki Sistem Secara Berkala
Sistem yang baik bukan yang “sempurna”, tetapi yang terus disesuaikan dengan perubahan kondisi market. Lakukan:
- Evaluasi mingguan
- Catat kesalahan
- Perbaiki posisi yang kurang optimal
- Sesuaikan dengan volatilitas terkini
Kesimpulan
Overconfidence setelah melihat hasil backtest adalah hal yang sangat wajar. Tetapi justru di momen inilah kedewasaan seorang trader diuji. Backtest memang membantu, tetapi tidak boleh dijadikan patokan mutlak untuk masa depan.
Yang membuat akun bertumbuh bukan backtest, tetapi:
- Disiplin
- Manajemen risiko
- Konsistensi
- Kontrol emosi
- Kemampuan beradaptasi
Jika itu semua dilakukan, hasil 100–200% per tahun sangat mungkin dicapai hanya dengan modal skill yang kuat dan psikologi yang stabil.
https://www.youtube.com/embed/BOi_hnqIWwE?si=SNoHWpSzV_rb1uqx
Buat kalian yang ingin belajar trading forex dan update market forex harian, subscribe channel Youtube Rizki Aditama agar tidak ketinggalan Live Trading setiap Senin - Jumat jam 14.00 dan 19.00 WIB!